Pengusaha Malaysia Jajaki Inventasi Perikanan Di Aceh Timur

Pengusaha Malaysia Jajaki Inventasi Perikanan Di Aceh Timur

Konsorsium investor dari Malaysia dan Thailand jajaki investasi perikan di peraian Aceh Timur.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT. Anugerah Pantai Timur Mandiri, Badlisyah AH usai melakukan pertemuan dengan para investor di Kota Langsa, senin (23/7).

Direktur Utama PT. Anugerah Pantai Timur Mandiri Badlisyah mengatakan, saat ini pihaknya telah mengantongi izin prinsip dari Pemerintah Aceh.

“Kita talah bicarakan ini dengan Pemerintah, dan untuk izin prinsip telah diberikan,” ujarnya

Dikatakannya, project yang akan dibangun yaitu industri perikanan terpadau yang berlokasi di Kuala Bugak Aceh Timur.

“Rencananya industri perikanan terpadu akan dibangun di Kuala Bugak Aceh Timur dengan luas lahan 300 hektar dan menelan dana hampir 17 Trilyun,” imbuhnya.

Lebih lanjut Badlisyah mengungkapkan, industri perikan terpadu nantinya akan melakukan penangkapan ikan tuna, pebekuan, pengolahan ikan tuna dan pengalengan ikan tuna.
Dirinya berharap, semoga project tersebut dapat segera terealisasi dalam waktu dekat, sehingga akan menyerap tenaga kerja lokal dan dapat mengembangkan potensi alam yang ada.

Sementara itu, investor Malaysia Mohd Shahrul Imran mengatakan, pihaknya sangat tertarik untuk berinvestasi di bidang perikanan tersebut, mengingat potensi alam di perairan Aceh cukup melimpah.
“Project ini menelan biaya sangat besar hampir 17 Trilyun Rupiah, dan membutuhkan masa dan juga membutuhkan perencanaan yang bagus dan saya fikir dengan kebijakan yang ada dengan teknologi yang ada kerjasama yang ada project ini akan menjadi reality dalam masa seperti yang telah dirancangkan,”ungkapnya.
Disebutkannya, potensi Aceh sangat kaya, sehingga dengan demikian dapat mensejahterakan masayarakat.

“Aceh ini sangat kaya dengan flora dan fauna, sumber alam daerah, seperti tuna, saya kire suatu potensi yang sangat besar yang perlu diusahakan untuk mensejahterakan masyarakat lokal dan negeri,”tandasnya.

Dirinya berharap agar project ini dapat terealisasi, sehingga dapat melahirkan wirausaha lokal.

“Harapan project ini menjadi reality itu yang pertama, yang kedua akan lahir, ramai wirausaha dari daerah sini dan yang penting sekali saya melihat kita harus ikut dalam perkembangan teknologi dunia hari ini,”pungkasnya.

Selain tuna, katanya, dirinya juga melirik sumber potensi yang ada, seperti udang, cumi, kepiting dan sotong untuk diolah sebagai bahan olahan makanan.