BPSDM Aceh Siapkan Sejumlah Program Menuju Aceh Hebat

Rapat Perdana Kepala BPSDM Aceh dengan jajaran

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf secara resmi melantik DR. Mahyuzar sebagai kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggantikan Syahrul Badrudin, Jumat (04/05/2018) sore pekan lalu.

Mahyuzar bukanlah orang baru dijajaran pemerintah Aceh, sebelumnya, Mahyuzar juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh pada masa pemerintahan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Ditemui disela-sela sidang paripurna DPR Aceh, Senin (07/05/2018) pagi, Mahyuzar mengungkapkan sejumlah rencananya di BPSDM dalam rangka menuju Aceh hebat.

Mahyuzar mengatakan BPSDM akan fokus pada pengembangan SDM aparatur dan non aparatur, baik di tingkat provinsi Aceh maupun kabupaten-kota. Hal itu dilakukan atas dasar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2016.

“Kalau aparatur sudah jelas kita akan tingkatkan SDM aparatur kita, dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya pelatihan untuk pimpinan dan juga pelatihan teknis. Dan itu akan kita perkuat di provinsi,” ujarnya.

Sementara itu untuk non aparatur kata Mahyuzar, seperti adanya beasiswa untuk anak-anak Aceh yang melanjutkan pendidikan. Namun kedepan kata dia, selain adanya beasiswa juga diberikan pelatihan pengembangan bahasa asing, sehingga anak-anak Aceh bisa memperoleh beasiswa ke luar negeri, misalnya dari LPDP yang jumlah anggarannya cukup banyak.

“Perlu nggak kita siapkan beasiswa sendiri? tentu perlu, misalnya untuk sifatnya sangat penting, analisa kebutuhan pemerintah daerah atau masyarakat Aceh,” lanjutnya lagi.

Selanjutnya kata Mahyuzar, BPSDM memanfaatkan program bidik misi yang sudah mempunyai data lebih awal, sehingga sangat bermanfaat, karena tidak semua calon mahasiswa bidik misi di tampung di universitas-universitas yang ada.

“Nah sisanya kita bantu melalui dana pemerintah Aceh, dengan dana APBA, dan ini sangat bermanfaat, karena orangnya sudah terseleksi dari awal,” katanya lagi.

Kedepan kata Mahayuzar, pihaknya juga mengejar pelatihan-pelatihan yang bentuknya kepada pengembangan masyarakat serta SDM yang dibutuhkan oleh perusahaan, maupun kebutuhan SDM untuk pendampingan gampong.

“Misalnya ada investasi di Aceh yang butuh tenaga tertentu, maka mereka ini kita latih sumber dayanya, dan ini akan di rasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.