Nasir Djamil Ungkap Kehadiran Organisasi LGBT di 28 Provinsi di Indonesia

Peserta aksi tolak LGBT dan dukung Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji

Anggota Komisi III DPR RI HM Nasir Djamil menyebutkan saat ini terdapat dua Jaringan besar LGBT di Indonesia yang tergabung dalam 116 organisasi LGBT di tanah air.

Kata Nasir, saat ini organisasi LGBT ini juga telah tersebar di 28 Provinsi di Indonesia, artinya hanya ada enam provinsi lagi yang belum ada kehadiran LGBT.

“Apakah ini bukan sesuatu yang mencemaskan kita?, bukankah ini menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan kita? bukankah ini menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kita?. Mereka telah hadir di 28 dari 34 provinsi di Indonesia,” ujar politisi asal Aceh itu saat menyampaikan orasi di tengah-tengah aksi tolak LGBT di Aceh, yang berlangsung di depan masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (02/02/2018).

Nasir Djamil mengatakan aksi 147 Ormas dan LSM itu sebagai bentuk pembelaan terhadap syariat Islam di Aceh. Masyarakat Aceh kata Nasir, menginginkan agar LGBT tidak hadir di Negeri syariat.

Pada kesempatan itu Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji karena punya keberanian untuk menertibkan waria di wilayahnya.

“Karena undang-undang telah memberikan kewenangan kepada pihak kepolisian untuk menertibakan penyakit-penyakit sosial ditengah-tengah masyarakat, dan qanun di Aceh juga memberikan peluang tersebut,” ujar Nasir pada aksi yang turut dihadiri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Ketua DPRA Muharuddin.

Namun demikian Nasir mengajak kepada seluruh peserta aksi untuk mengupayakan pembinaan kepada LGBT sehingga kembali kepada kehidupan normal. Nasir juga mengajak kepada seluruh Ormas/LSM khususnya di Aceh, pimpinan pesantren agar memberikan kepedulian untuk membina mereka yang sudah terjerumus LGBT.

“Karena mereka biasanya, senjatanya menggunakan HAM, atas nama HAM mereka berusaha untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Gerakan LGBT di Indonesia target mreka adalah bagaimana bisa dilegalkan menikah sesama jenis sehingga mereka berusaha mengubah undang-undang perkawinan,” lanjut Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sementara itu Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munawar menyatakan Polda Aceh mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan LGBT.

“Bahwa Polda Aceh mendukung sepenuhnya pemberantasan penyakit masyarakat. Kedua atas nama instaitusi kami menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang hadir di tempat ini dan menggelar aksi tertib tanpa mengganggu kegiatan masyarakat lainnya,” lanjut dia.