Banyak Penderita Kanker di Aceh Tak Terdeteksi

Darwati Agani

Darwati Abdul Gani dikukuhkan menjadi Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Aceh Periode 2018-2023. Istri gubernur Aceh itu dikukuhkan langsung oleh Wakil Ketua YKI Pusat, Sri Murniati Widodo.

Pengukuhan yang berlangsung Selasa 16/01/2018, di Aula Dinas Kesehatan.

Darwati mengatakan, selama ini ia bersama para aktivis dan organisasi perempuan telah aktif mensosialisasikan dan ikut mendampingi para penderita kanker. Namun demikian, kata Darwati, penyakit berbahaya ini kelihatan agak susah dicegah, faktornya adalah gaya hidup masyarakat yang tidak sehat. “Harus diakui bahwa pencegahan selama ini belum maksimal,” kata Darwati.

Salah satu cara mengurangi angka penderita kanker kata Darwati dengan mengkampanyekan pola hidup sehat. Butuh upaya komprehensif bersama untuk terus memberikan penyadaran pada masyarakat.

Darwati menyebutkan, masyarakat harus meluangkan waktu untuk olahraga serta mengkonsumsi sayuran dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak.

Di Aceh sendiri, banyak para penderita kanker yang terlambat terdeteksi, akibatnya, saat dideteksi penyakit mereka sudah masuk kategori stadium lanjut. “Menjadi tanggung jawab kita untuk membantu,” kata Darwati.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporannya menyebutkan bahwa kanker menjadi salah satu penyakit penyebab utama kematian utama di dunia setelah penyakit jantung dan infeksi. Penyakit kanker diklaim telah menyebabkan 12,6 persen kematian di dunia. Hal tersebut terjadi karena tepatnya pendeteksian atas penderita.

Sebanyak 50 hingga 70 persen penderita kanker diderita oleh masayarakat dari negera berkembang. Resiko tersebut terjadi akibat perilaku hidup dan perubahan lingkungan. WHO menyarankan prosesi pencegahan dengan tidak merokok dan mengkonsumsi makanan sehat. Selain itu juga dengan berolahraga rutin serta tidak mengkonsumsi alkohol.

Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia Sri Murniati Widodo, menyebutkan bukan semata persoalan individu. Para penderita, ujar Sri, butuh dukungan dan perlindungan masyarakat. “Ayomi mereka sehingga muncul semangat dalam proses pengobatan,” kata Sri Murniati.

Menurutnya, Kanker sebagai penyakit tidak menular, harus dicegah sejak dini, karena jika sudah masuk dalam kategori stadium berat, penyakit ini akan sulit diobati. “Kita perlu menggalang potensi yang ada,” katanya. “Kami yakin, YKI Aceh punya potensi itu.”

Dengan pendeteksian dini dan menggalakkan pola hidup sehat, masyarakat akan terhindar dari penyakit kanker.