Aminullah Presentasi Kesiapan Banda Aceh Sebagai Tuan Rumah MTQ ke-34

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman menjadi salah satu kepala daerah yang sangat serius memperjuangkan Banda Aceh sebagai tuan rumah MTQ ke 34 tahun 2019.

Hal ini dibuktikan Aminullah saat mendatangi langsung Aula Serbaguna Kantor Gubernur, Selasa (12/12/2017) dan mempresentasikan langsung kesiapan Banda Aceh sebagai tuan rumah MTQ ke-34 tahun 2019 kepada pihak LPTQ Aceh.

Dari 7 delegasi Kabupaten/Kota yang mengajukan diri, hanya Banda Aceh yang presentasinya disampaikan langsung oleh Kepala Daerah, sedangkan Kabupaten/Kota lainnya hanya diwakili oleh para pejabatnya.

Untuk meyakinkan pihak LPTQ soal anggaran, Aminullah ikut memboyong Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah. “Ini bersama Saya ada Pak Arif, Ketua DPRK. Beliau menyatakan siap menganggarkan berapapun anggaran yang dibutuhkan untuk MTQ tahun 2019 nanti,” ujar Aminullah.

Selain Arif, Aminullah juga memboyong Kankemenang Kota Drs Amiruddin, Kadis Syariat Islam Mairul Hazami, perwakilan Kapolresta, perwakilan Dandim, Sekretaris Disdik Dayah Zahrol Fajri, Kabag Keistimewaan dan Isra Setdakota Arie Maula Kafka serta sejumlah pejabat jajaran Dinas Syariat Islam Kota.

Dalam presentasinya, Walikota menyampaikan, Banda Aceh sangat siap dalam segala hal yang dibutuhkan dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pihak LPTQ. “Kita tidak perlu membangun infrastruktur lagi karena semua yang dibutuhkan, baik untuk arena utama dan arena lainnya sudah kita miliki. Jadi dana yang kita anggarkan lebih optimal digunakan untuk pelaksanaan,” ungkap Aminullah.

Menurutnya, arena utama dan venue lainnya hanya butuh sentuhan dekorasi saja sesuai dengan kebutuhan untuk MTQ. Kemudian Aminullah juga mengungkapkan antara arena yang satu dengan lainnya berdekatan dan mudah diakses oleh kafilah dari Kabupaten/Kota.

Aminullah juga menyampaikan, Banda Aceh memiliki fasilitas penginapan yang memadai karena ada 52 Hotel di Banda Aceh, dan diperkirakan cukup untuk menampung tamu yang datang menyaksikan MTQ nantinya.

Dari sisi keamanan dan ketertiban, Walikota menyatakan Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi berada dalam kondisi sangat aman dan nyaman. “Kepolisian dan TNI sangat siap menghadirkan keamanan dan kenyamana bagi kafilah dan bagi tamu yang datang ke Banda Aceh nanti,” tambah manatan Dirut Bank Aceh ini.

Dalam presentasinya, Walikota secara rinci menyampaikan sejumlah gedung yang direncanakan  untuk digunakan sebagai MTQ. Gedung seperti Banda Aceh Madani Center, Aula di latai IV Bailaikota dan Bangunan di Taman Sari akan difungsikan untuk lokasi perlombaan cabang-canag MTQ tahun 2019. Walikota juga mengungkapkan akan menyulap Stadion H Dimurtala Lampineung sebagai arena utama MTQ ke-34 tahun 2019.

Kemudian dukungan transportasi untuk peserta juga tidak perlu diragukan, karena selain memiliki moda transportasi massa, Aminullah memastikan akan mengerahkan ratusan kenderaan, baik Bus ukuran besar, Mini Bus, kenderaan jenis MVP hingga sepeda motor.

Diakhir presentasinya, Aminullah menyampaikan agar LPTQ dapat mempertimbangkan permohonan Banda Aceh sebagai tuan rumah MTQ ke-34. Menurut Amin, semua itu dilakukan sesuai dengan visi misi pemerintahannya yakni menjadikan Banda Aceh Sebagai Kota Gemilang Dalam Bingkai Syari’ah. “MTQ merupakan ajang yang akan mendorong lahirnya generasi yang Qur’ani sesuai dengan visi misi kami,” ujar Aminullah.

Aminullah juga berharap, gelaran MTQ nantinya akan mampu menarik jumlah wisatawan yang lebih besar ke Banda Aceh dan Aceh. “Saat ini kita terus mengembangkan wisata Islami, dan kita sudah siap dengan wisata religi dan wisata halal. Saya pikir MTQ akan sejalan dengan konsep wisata ini nantinya,” tutup Aminullah.

Daerah lain yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah dan ikut mempresentasikan kesiapannya adalah, Pidie, Aceh Besar, Sabang, Bener Meriah, Aceh Barat dan Aceh Selatan.