Walikota Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Wakilnya Zainal Arifin mengunjungi korban kebakaran dan menyerahkan bantuan masa panik untuk 4 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami musibah kebakaran Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (11/12/2017).

Ada 30 item barang yang diserahkan Walikota melalui Keuchik Gampong Pineung, Hasbi Yusuf. Barang-barang tersebut terdiri dari bahan pokok seperti beras, telur ayam, minyak makan, air mineral, mie instan, paket lauk pauk dan keperluan pokok lainnya. Kemudian kepada korban juga diberikan perlengkapan dapur seperti kompor gas, tabung gas, piring, gelas hingga perlengkapan masak (panci, kuali dan sejenisnya). Korban juga diberikan kebutuhan sandang seperti baju, selimut, mukena dan perlengkapan sekolah. Dari 30 item bantuan juga terdapat tenda gulung dan matras.

Walikota menyampaikan musibah yang terjadi memang tidak bisa ditolak oleh siapapun karena merupakan takdir. Karenanya kepada korban, Aminullah meminta mereka diberikan kekuatan dan ketabahan menerimanya karena merupakan ujian dari Allah SWT.

“Kita memang tidak bisa menolak datangnya musibah, tapi kita bisa berusaha meminimalisir dampak dari musibah kalau kita tanggap terhadap bencana,” ujar Walikota.

Terkait dengan bantuan, Walikota berharap korban dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan baik, setidaknya untuk kebutuhan dalam masa-masa panik pasca kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban yang tentu masih membutuhkan waktu untuk ‘bangkit’ dari musibah tersebut.

Informasi yang didapatkan dari Kechik Gampong Pineung, musibah yang melahap 3 rumah dan 1 rumah yang terkena imbas, terjadi pada hari Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 15.40 Wib. Api berhasil dipadamkan tim Pemadam Kota Banda Aceh sekitar pukul 18.20 Wib. Saat proses pemadaman, petugas terpaksa membobol beton sebuah rumah agar memudahkan akses saat pemadaman api dilakukan.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita dimana sebaiknya antara bangunan rumah harus memiliki jarak agar saat kebakaran tidak mudah menjalar apinya. Untung kita punya petugas pemadam yang sangat sigap dan cepat,” ujar Hasbi Yusuf.

Katanya, saat kebakaran mayoritas anggota keluarga korban tidak berada di rumah. Api baru diketahui ketika sudah membesar dan menjalar kerumah disampingnya. Sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran terjadi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian bangunan ditaksir mencapai Rp.850 juta.

Berikut daftar nama korban kebakaran di Gampong Pineung:
1.  Rumah Birul Walidai (34 Thn) dengan anggota keluarga, Aris Rahmadillah (21 thn) dan Zulfakriadi (24 thn)
2.   Rumah Mursal (36 thn) dengan anggota keluarga, Nursidah (34 thn) dan Dara Aska Latifa (2 thn)
3.   Rumah Maskur (38 thn) dengan anggota keluaga, Maria Ulfa (35 thn), Umi (72 thn), Cut Syahnaz (13 thn), Luthfi (9 thn) dan Fairuza (5 thn)
4.  Rumah Drs Aiyub TA (67 thn) dengan anggota keluarga, Safriani (48 thn), Yusriadi (27 thn), Fajri Kurniawan (26 thn) dan Dini Marlina (21 thn).