Ini Rekomendasi Kopi Terbaik Indonesia yang Harus Anda Coba

Indonesa memiliki banyak kopi yang sudah diakui kenikmatannya di dunia. Sebut saja aceh gayo, mandailing, sidikalang, toraja, bajawa flores dan masih banyak lagi, lebih dari 15 daerah penghasil kopi unggulan Indonesia.

Pernahkah Anda bingung memilih mana yang harus Anda coba dahulu, dari beragam asal kopi terbaik Indonesia? Wajar saja Anda bingung, karena beda daerah penghasilnya, beda pula karakteristiknya. Masing-masing memiliki karakteristik unik seperti rasa yang mirip cokelat, jeruk, atau rempah.

“Memilih kopi itu sesuai selera, hanya yang diperhatikan biasanya body kopi (kekentalan), flavor (rasa), dan keasaman,” ungkap Viki Rahardja barista senior Indonesia yang sudah malang melintang mempromosikan kopi Indonesia.

Ia merekomendasikan lima jenis kopi arabika terbaik dari lima daerah di Indonesia yang bisa Anda coba terlebih dahulu. Menurut Viki, kelimanya memiliki kelebihan yang menjadi nilai jual tersendiri, dan tentunya favorit versi dia.

Berikut rekomendasi kopi arabika beserta karakter dan daerahnya:

1. Wamena, Papua

” Kopi (Wamena) ini menurut saya termasuk jenis kopi langka, susah memanennya, harus naik gunung sampai naik helikopter,” ujar Viki pada KompasTravel, dalam peresmian gerai MAXX Corner, Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017) lalu.

Jika kopi arabika biasanya ditanam dalam ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), kopi ini ditanam di sekitaran tebing dengan minimum ketinggian 2.000 mdpl.

Proses panen dan lokasinya yang sulit dijangkau tersebut membuatnya semakin enak. Tentunya harga jualnya juga akan semakin mahal.

“Kalau dari rasa, taste-nya balance, mild jadi gak terlalu asam atau manis,” kata Viki yang pernah beberapa kali menjuarai kompetisi barista nasional dan internasional.

2. Toraja Kalosi, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Kopi asal Tana Toraja ini juga sangat tersohor kenikmatannya. Rasa identik dari kopi ini ialah kecokelatan, tembakau, atau caramel.

Dari segi keasaman dan body menurutnya medium, cocok bagi semua kalangan yang tidak suka terlalu asam atau terlalu pahit.

3. Malabar, Jawa Barat

Meski kopi arabika yang satu ini ditanam di dataran yang tidak terlalu tinggi, tetapi proses pasca panennya yang rapih dan terstruktur membuat hasilnya menjadi salah satu yang terbaik.

“Kalau lihat petani di kebunnya pasca panen, itu sangat rapi terstruktur prosesnya jadi taste-nya lebih bagus dan beragam. Ada natural process, semi wash sampai full wash process,” katanya.

4. Aceh Gayo, Aceh

Sesuai karakter dari kopi daerah Sumatera yang strong (kuat pahitnya), jenis aceh gayo ini cukup mewakili kopi arabika Sumatera yang nikmat. Dilihat dari body sendiri, kopi khas Aceh ini kental, atau disebut full body.

“Lebih kopi banget rasanya, strong, tapi juga ada asamnya,” ujarnya.

5. Flores, Nusa Tenggara Timur

Keunikan jenis kopi flores ialah karena rasa yang bisa dihasilkan sagat beragam mulai cokelat, spicy, tembakau, strong, citrus, bunga, hingga kayu. Dengan tekstur kental, kopi ini cenderung memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

KOMPAS.COM