Sindiran Irwandi Saat Lantik Bupati: Kalau Mau Lihat Pameran Sampah Paling Lengkap datang ke Aceh Besar

Sampah berserakan di Aceh Besar/IST

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyindir sejumlah persoalan yang terjadi di kabupaten Aceh Besar, seperti persoalan sampah, hewan ternak yang dilepas sembarangan serta jembatan Pango yang tak kunjung dikerjakan.

Persoalan itu disampaikan Irwandi Yusuf saat memberikan sambutan pada pelantikan bupati-wakil bupati Aceh Besar periode 2017-2022, Mawardi Ali-Husaini A Wahab, di gedung DPRK Aceh Besar, Senin (10/07).

Irwandi meminta kepada bupati yang baru dilantik untuk mengerahkan semua kemampuan guna menuntaskan beberapa kebijakan yang belum selesai, seperti pembangunan Jalan dan jembatan Pango, kemudian upaya penataan wajah kota dari persoalan sampah-sampah yang berserakan, serta penertiban binatang ternak yang banyak berkeliaran di jalan raya.

“Sampah dibuang dimana-mana, dijalan perbatasan Banda Aceh dan Aceh Besar penuh dengan sampah, kalau mau melihat pameran sampah yang lengkap datang ke Aceh Besar, kemudian menertibakan ternak dan pemilik ternak. Ini negeri syariat, syariat itu bersih,”ujarnya lagi.

Selanjutnya Irwandi meminta Mawardi-Husaini untuk bekerja dengan sepenuh hati dan tulus iklas dengan mengedepankan azas transparansi dan akuntabilitas. Begitu juga dalam hal pengangkatan pejabat SKPK agar tidak bedasarkan ikatan saudara atau tim sukses saat Pilkada.

“Segera melakukan konsolidasi politik demi terlaksananya pemerintahan daerah yang efektif dan iklim kerja yang kondusif, serta membangun kerjasama dengan semua pihak, baik dengan Pemerintah Provinsi maupun dengan Kabupaten/kota lain dalam rangka memacu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi daerah yang integratif, demi mewujudkan daya saing daerah yang unggul,”lanjutnya.

Kemudian Irwandi juga mengingatkan agar Bupati dan Wakil Bupati untuk menjaga kekompakan dan harmonisasi agar birokrasi berjalan efektif dalam penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, serta membangun komunikasi yang efektif tapi tidak kolutif dengan legislatif, ulama, tokoh masyarakat dan lembaga swasta dalam rangka mengembangkan potensi daerah untuk kesejahteraan rakyat.

“Lakukan pengawasan dan evaluasi yang ketat terhadap pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di berbagai sektor publik yang ada di wilayah ini,”imbuhnya.

Bupati Aceh Besar juga diminta untuk meningkatkan rasa aman dan kepastian hukum bagi para investor dan sektor swasta lainnya melalui pelayanan yang baik dan kinerja birokasi yang berkualitas.

“Koordinasi dengan TNI/Polri, Kejaksaan, KPK, badan intelijen, dan berbagai organisasi masyarakat harus dapat ditingkatkan tanpa mencampuri kewenangan masing-masing. Dengan demikian berbagai potensi yang meresahkan masyarakat dapat diantisipasi dan ditanggulangi dengan cepat”lanjut Irwandi mengingatkan.

Sementara itu pelantikan Bupati dan wakil bupati terpilih kabupaten Aceh Besar Periode 2017-2022, Mawardi Ali-Husani A Wahab dihadiri ribuan masyarakat Aceh Besar.
Mawardi Ali-Husaini A Wahab dilantik menggantikan Bupati dan wakil bupati Aceh Besar periode 2012-2017, Mukhlis Basyah-Samsul Rizal.