Jumlah Ternak di Aceh Besar Meningkat

Sapi di arena Aceh expo 2014/Teuku Irwan

Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah menyatakan, perkembangan populasi ternak besar di Aceh Besar setiap tahunnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Pada tahun 2013, jumlah ternak besar mencapai 96.639 ekor, tahun 2014 sebanyak 14.482 ekor, dan tahun 2015 menjadi 125.822.

Sedangkan pada tahun 2014 ternak yang dipotong untuk konsumsi mencapai 17.828 ekor dan pada tahun 2015 ternak yang dipotong mencapai 18.849 ekor.

Meningkatnya populasi ternak terutama sapi besar membuat pemerintah Aceh Besar membentuk Sentra Peternakan Rakyat. Karena berdasarkan kebutuhan ternak besar untuk konsumsi di Aceh Besar mencapai 18.000 ekor/tahun.

Menurutnya, selama ini, Pemkab Aceh Besar sangat memprioritaskan usaha – usaha peningkatan populasi ternak minimal harus ada peningkatan populasi sekitar 18.000 – 25.000 ekor/tahun, baru tercapai swasembada daging.
Di samping itu, sektor peternakan juga sangat berkontribusi dalam menyumbang PAD sekitar 225 juta/tahun.

Selaian itu, Kabupaten Aceh Besar juga merupakan salah satu Kabupaten pemasok daging untuk Kota Banda Aceh, dan sekitarnya. Usaha penggemukan sapi potong adalah usaha prioritas dalam menunjang perekonomian rakyat. Komoditi sapi/ternak besar adalah menjadi komoditi unggulan Aceh Besar.
Usaha – usaha penggemukan secara alami (tradisional) dan usaha – usaha pembibitan secara alami telah lama dilakukan oleh masyarakat.

“Namun, dalam rangka percepatan peningkatan populasi ternak dan peningkatan produksi daging, Aceh Besar telah memprogramkan usaha – usaha pengembangan peternakan yang lebih intensif (modernisasi peternakan),” ungkap bupati, kemarin.

Hal ini dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana, di antaranya pengembangan kebun – kebun rumput dan lahan pengembalaan (HMT), membuat percontohan kandang – kandang ternak yang representatif (kandang koloni), vaksinasi secara rutin, dan gerakan sanitasi kandang.

Bahkan ada usaha breding sapi unggulan seperti kawin suntik (inseminasi buatan) dan penyebaran pejantan pemacek unggulan, serta pemurnian Sapi Aceh.
Sementara masalah kesukaan masyarakat, daging sapi yang sangat digemari oleh para konsumen di Aceh Besar adalah daging sapi Aceh atau jenis lain yang dipelihara di Aceh, dan harganya sangat mahal.

“Walaupun harganya mahal, mereka tetap memilih daging sapi Aceh,” ujarnya didampingi Kadis Peternakan Aceh Besar Ahmad Tarmizi.

Pada tahun 2015 sebanyak 1.257 ekor sapi di antaranya 700 ekor sapi betina yang telah didistribusikan di 30 kelompok pada delapan kecamatan sebagai pilot project calon pengembangan kawasan peternakan rakyat.

Hal ini telah sejalan dengan program Pemerintah Pusat tahun ini (2016) tentang penumbuhan usaha peternakan melalui pemberdayaan Sentra Peternakan Rakyat (SPR).

“Nah, untuk mendorong keberhasilan kegiatan sejak tahun ini kita di Aceh Besar telah melakukan pembinaan di lapangan melalui kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh petugas teknis peternakan (tenaga medis, dan para medis peternakan) dan tenaga Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL),” ungkapnya.

MEDANBISNIS