Kereta Api Resmi Beroperasi di Aceh

Kereta api perintis dengan jarak pendek diresmikan pengoperasiannya di Provinsi Aceh, Kamis.

Peresmian pengoperasian kereta api yang melayani rute pendek (Krueng Mane-Bungkaih- Krueng Geukuh) tersebut, dilakukan oleh Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkerataapian Edi Nur Salam.

Dalam sambutannya, Edi mengatakan,  pihaknya akan terus mengembangkan jalur kereta api di Aceh, sehingga masyarakat yang berada di provinsi paling barat Indonesia itu bisa menikmati transpotasi kereta api.

Diakuinya, jalur yang dilayani masih sangat pendek. Akan tetapi untuk kedepan tidak hanya sebatas jalur dimaksud. Karena sebagaimana program pemerintah, akan terus dilakukan dan kembangkan jalur kereta api seluruh Aceh.

Kereta api yang diberi nama KA Cut Meutia tersebut, setiap harinya melakukan 10 kali perjalanan dan mampu mengangkut penumpang sebanyak 192 orang dengan waktu tempuh 32 menit.

“Harga tiketnya hanya Rp 1.000,” ucap dia.

Sebelumnya kereta api Aceh sempat beroperasi, namun terhenti akibat terjadinya kecelakaan dan pihak kepolisian memberikan “Police Line”, namun sekarang persoalan tersebut telah diselesaikan.

“Sekarang kita sudah mencoba untuk mengoperasikan kembali, serta merawatnya. Masyarakat diharapkan mendukung adanya transpotasi kereta api ini,” katanya.

Untuk masalah sektor keamanan, lanjut Ditjenka, diharapkan tidak ada lagi terjadi kecelakaan.

Pihaknya menargetkan, pengerjaan proyek kereta Api Trans Sumatera akan selesai pada tahun 2019, dengan jalurnya dari Provinsi Aceh sampi ke Bandar Lampung,

“Tahun depan kita sudah mulai membangun pengerjaan proyek Kereta Api Trans Sumatera, dengan jalur dari Sumatera Utara sampai ke Kabupaten Langsa, nantinya baru dilanjutkan jalur dari Langsa sampai ke Lhokseumawe dan Bireuen,” kata Edi.

ANTARA