Pangdam IM: Aceh Kondusif Jelang Pilkada

Mayjen TNI Tatang Sulaiman

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan kondisi keamanan Provinsi Aceh kondusif menjelang pemilihan kepada daerah atau pilkada.

“Kondisi ini harus bisa dipertahankan untuk selamanya,” kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman di Banda Aceh, Selasa.

Jenderal berbintang dua itu menyebutkan, kondisi kondusif menjelang pilkada bisa dilihat pada masa kampanye seperti sekarang ini. Keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

“Begitu juga sebelumnya, pada saat penetapan pasangan calon peserta pilkada, penentuan nomor urut pasangan calon, hingga penyampaian visi dan misi pasangan calon, semuanya berjalan aman dan lancar,” kata dia.

Kondisi kondusif ini, lanjut dia, merupakan hal positif bagi masyarakat Aceh. Dan kondisi kondusif ini tidak hanya keinginan seluruh elemen masyarakat, tetapi juga harapan semua kandidat kepala daerah.

“Harapan-harapan kondisi kondusif ini disampaikan para peserta kepala daerah kepada kami, baik itu calon-calon gubernur, maupun calon bupati/wali kota dan wakilnya,” kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Menyangkut peran TNI dalam pengamanan pilkada, Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan, TNI sifatnya mendukung pengamanan oleh kepolisian. Artinya, pasukan TNI yang dilibatkan berada di bawah kendali operasi atau BKO kepolisian.

Namun begitu, kata dia, pihaknya sudah menginventarisir kondisi wilayah, daerah-daerah mana sja yang perlu diamankan. Pola pengamanannya melibatkan satuan-satuan di tingkat Kodim dan Korem.

“Kami juga sudah menghitung kebutuhan personel yang akan mendukung pengamanan pilkada. Kebutuhan sekitar 5.250-an personel,” kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Sedangkan mekanisme pengamanan, lanjut dia, berdasarkan tempat pemungutan suara atau TPS. Komisi Independen Pemilihan (KIP) selaku penyelenggara pilkada menginformasikan bahwa ada pengelompokan TPS.

“Keberadaan TPS ini menjadi acuan bagi kami menempatkan pasukan. Sifat pasukan yang ditempatkan adalah BKO kepolisian. Artinya, TNI hanya mendukung pengamanan pilkada di Aceh,” kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Pilkada di Provinsi Aceh berlangsung serentak antara pemilihan gubernur dan wakil gubernur dengan pemilihan 20 bupati/wali kota dan wakil. Pilkada serentak ini digelar 15 Februari 2017.

ANTARA