LDII Aceh Angkat Isu Ekonomi Syariah pada MUNAS

Ketua LDII Aceh Heru Dwi didampingi sekretaris LDII Aceh Marzuki/Dedi

Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) provinsi Aceh siap menyukseskan Musyawarah Nasional (Munas) LDII di Jakarta pada tanggal 8-10 November 2016 mendatang.

Hal demikian disampaikan Ketua DPW LDII Aceh Heru Dwi di Banda Aceh, Rabu (02/11).

Heru mengakui DPW LDII Aceh akan mengirimkan peserta sebanyak 25 orang pada Munas yang mengambil tema Pengembangan Ekonomi Syariah untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutan.

Ia menyebutkan agenda Munas nanti antara lain adalah pemilihan ketua DPP LDII serta menyusun program kerja lima tahun kedepan. DPW LDII Aceh sendiri katanya akan mengusung tema pengembangan ekonomi syariah, disamping juga terkait dengan pendidikan dan ekonomi kerakyatan.

“ Karena kita tau ekonomi yang berbasis syariah di Aceh dan umumnya Indonesia masih terbatas, padahal manyoritas penduduk Indonesia dan khususnya Aceh adalah Islam, itu yang akan kita perjuangkan di Munas agar ekonomi syariah menjadi gaya Hidup umat Islam,”ujarnya.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kata Heru, memandang bahwa diperlukan sinergi antar pelaku ekonomi, pemerintah, ormas Islam, dan perguruan tinggi untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia lebih maju dan memiliki daya saing di pasar global.

Pada kesempatan itu Heru menyebutkan, saat ini dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 20 kabupaten/kota sudah terbentuk kepengurusan DPD LDII, sedangkan tiga daerah yang belum terbentuk masing-masing Aceh Jaya, Pidie Jaya dan Gayo Lues.

Sementara itu terkait dengan aksi sejumlah ormas Islam pada 4 Nopember 2016 mendatang di Jakarta, Heru mengaku sampai saat ini belum ada intruksi dari DPP LDII agar ikut serta pada aksi tersebut. Akan tetapi Heru mengakui pihaknya mendukung aksi tersebut jika tujuannya memperjuangkan Islam.

“Kita berdoa saja dari sini, semoga apa yang diperjuangkan teman kita berhasil, yang penting jangan anarkislah,”pungkasnya.