Ketua DPRK Ajak Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Arief Fadillah mengajak semua elemen masyarakat maupun pasangan calon dan massa pendukungnya mewujudkan pilkada damai.

“Mari bersama-sama berkomitmen mewujudkan pilkada damai. Masyarakat jangan mau terprovokasi untuk melakukan hal negatif,” kata Arief Fadillah di Banda Aceh, Selasa.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan pemilihan langsung kepala daerah merupakan mekanisme demokratis dalam mewujudkan hak-hak dasar rakyat guna memilih pemimpinnya.

Rakyat, kata dia, secara menyeluruh memiliki hak dan kebebasan memilih sesuai keinginannya. Karena itu, jangan dipaksa dan diintimidasi rakyat dalam memilih pemimpinnya.

“Tidak masanya lagi melakukan arogansi sektoral yang bermuara pada intimidasi, dan berbagai tindakan kurang terpuji. Dan ini hanya akan memperkeruh suasana,” kata dia.

Menurut Arief Fadillah, kedewasaan berpolitik masyarakat yang sudah terbangun sekarang ini harus dijaga. Begitu juga dengan situasi dan kondisi masyarakat yang damai ini haruslah tetap terpelihara.

Oleh karena, lanjut dia, semua kandidat maupun pendukung agar mampu menjernihkan suasana. Dan masyarakat juga jangan sampai terprovokasi untuk melakukan perbuatan negatif yang mengganggu ketertiban dan keamanan.

“Karena itu, kami mengajak semuanya untuk berkomitmen mewujudkan pilkada damai di Banda Aceh. Menjadi kebanggaan dan kewibawaan apabila dalam pesta demokrasi ini bisa terwujudnya pilkada santun, terpuji, dan penuh harmonisasi,” kata Arif Fadillah.

Pilkada di Banda Aceh yang memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2017-2022 digelar 15 Februari 2017. Pemilihan tersebut digelar serentak dengan pemilihan gubernur, 19 bupati/wali kota dan wakil di Provinsi Aceh.

Pada pilkada di Banda Aceh, ada dua pasangan calon yang bertarung, yakni pasangan Hj Illiza Saaduddin Djamal dan Farid Nyak Umar serta pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin.

ANTARA