Hasil Laut Aceh Dikirim Keluar, Mualem : Nelayan Harus Pandai Mencium Peluang Bisnis

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau pelabuhan Samudera Lampulo Banda Aceh/ADI

Lebih dari 20 persen penduduk Aceh berprofesi sebagai nelayan, oleh sebab itu pemerintah Aceh berharap kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian serius terhadap sektor kelautan di provinsi Aceh, salah satunya dengan mengeruk kembali kuala-kuala pada sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Hal demikian disampaikan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada peresmian pengiriman hasil laut Aceh kerjasama koperasi nelayan pintar dengan PT POS Persero, di Pelabuhan Samudera Lampulo Banda Aceh, kamis (29/09).

Menurut Muzakir yang juga akrab disapa Mualem itu, banyak kuala di Aceh yang dangkal sehingga sulit bagi kapal-kapal untuk secara bebas keluar masuk ke pelabuhan. Diakui Muzakir, pemerintah Aceh tidak mungkin menggunakan APBA yang sangat minim untuk kebutuhan pengerukan tersebut, oleh sebab itu ia meminta adanya perhatian serius dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait.

“Ini dulu yang perlu dibenahi kedepan, mengingat lebih 20 persen penduduk Aceh adalah nelayan,”kata Mualem.

Pada kesempatan itu Muzakir berharap dengan kehadiran koperasi nelayan pintar mampu mendorong lahirnya nelayan-nelayan kreatif yang siap untuk memanfaatkan teknologi dalam penangkapan ikan.

Selain itu, koperasi nelayan pintar juga diharapkan mampu tampil sebagai perintis bagi peningkatan kesejahtraan nelayan di provinsi Aceh. “Saya berharap agar koperasi ini dapat mengembangkan sayapnya kedaerah lain, sehingga akan lebih banyak nelayan yang terlibat dalam kegiatan ini,”ujar Muzakir.

Ia mengingatkan kemampuan seorang nelayan tidak hanya pada mampu menangkap ikan ataupun memanfaatkan teknologi untuk penangkapan ikan, namun juga harus mencium peluang bisnis sehingga usahanya mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Sayangnya selama ini peluang itu belum tersentuh, nelayan kita hanya fokus menangkap ikan, sehingga proses pemasarannya dikuasai tengkulak,”lanjutnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Nelayan Pintar, Sabri berharap dengan perhatian serius semua pihak, kedepan nelayan Aceh akan mampu bersaing dengan nelayan lain diluar Aceh. Menurutnya untuk tahap pertama pengiriman itu akan ditujukan ke Sumatera Utara dan Jakarta.