DPR Aceh dan DPR Papua Bertemu Bahas Dana Otsus

Wakil ketua DPR Aceh Teuku Irwan Johan mengakui masih banyak kelemahan dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Aceh. Namun pihaknya mendorong  agar pemanfaatannya semakin baik dimasa yang akan datang.

Hal demikian diungkapkan Politisi Nasdem itu disela-sela pertemuan dengan Tim asset dan pendapatan daerah Komisi III DPR Papua di ruang Banggar DPR Aceh, Senin (26/09). Turut hadir perwakilan pemerintah Aceh dan kepala-kepala SKPA.

Irwan menyebutkan penerimaan dana Otsus untuk Aceh yang sudah berjalan selama delapan tahun diharapkan benar-benar bermanfaat bagi seluruh rakyat Aceh. Ia berharap pertemuan dengan DPR Papua membawa dampak positif bagi kepentingan masyarakat di dua provinsi ini.

“Aceh dan papua adalah dua daerah yang menerima dana otsus sehingga pertemuan ini sangat positif sehingga pemenafaatan dana otsus di dua daerah ini benar-benar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat di dua daerah ini,”ujarnya.

Sementara itu Provinsi Aceh pada tahun 2017 mendatang kembali akan menerima alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) dari pemerintah pusat yang jumlahnya mencapai Rp8.094,6 triliun.

Alokasi dana Otsus yang tercantum dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2017 itu, jumlahnya mengalami peningkatan sekitar Rp387 miliar lebih dari alokasi tahun 2016 yang hanya Rp7,675 triliun.

Dana Otsus Aceh berlaku untuk jangka waktu 20 tahun sejak tahun 2008 dan alokasinya diatur dengan ketentuan. Untuk tahun pertama sam¬pai dengan tahun ke-15 besarannya seta¬ra dengan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional dan untuk tahun ke-16 sampai dengan tahun ke-20 besarannya setara dengan 1 persen dari DAU nasional.

Sejak tahun 2008 sampai dengan 2017, Aceh menerima dana Otsus sekitar Rp56, 6 triliun lebih. Rinciannya, tahun 2008 Rp3,5 triliun, 2009 Rp3,7 triliun, 2010 Rp3,8 triliun, 2011 Rp4,5 triliun, 2012 Rp5,4 triliun, 2013 Rp6,2 triliun, 2014 Rp8,1 triliun, tahun 2015 Rp7,057 miliar, 2016 sebesar Rp7,675 triliun dan 2017 mendatang Rp8 triliun lebih.