JCH Aceh Dapat Baitul Asyi Rp4,4 Juta

Jemaah calon haji (JCH) asal Aceh mendapat kompensasi dana wakaf Baitul Asyi sebesar Rp4,4 juta atau1.200 riyal Arab Saudi. Dana Baitul Asyi tersebut dibagikan, Minggu (21/8) kepada JCH Aceh yang sudah tiba di Madinah.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Aceh HM Daud Pakeh mengungkapkan, jemaah haji kloter 1 yang berasal dari Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Besar yang dipandu Sunardi S.SosI telah mendapat kompensasi uang dari wakaf Baitul Asyi sebanyak 1.200 riyal.

“Pemerintah sudah menginstruksikan Kadis Syariat Islam dan Karo Keistimewaan yang membantu melayani dan mengawasi pembagian Baitul Asyi ini,” jelas Kakanwil Kemenag Aceh melalui Kasubag Humas H Rusli Lc, Minggu (21/8) di Banda Aceh.

Dikatakan, JCH yang mengambil dana Baitul Asyi tersebut harus membawa dokumen Baitul Asyi yang dibuktikan dengan membawa kartu yang tertera identitas jemaah. Dalam dokumen tersebut tertera langsung tandatangan Gubernur Aceh, juga berstempelkan Pemerintahan Aceh di atas kartu.

“Kartu dokumen tersebut sudah dibagi bersamaan dengan pembagian dokumen, paspor, living cost dan lainnya,” ujar Rusli sambil menambahkan, dalam pengambilan dana Baitul Asyi tersebut tidak boleh diwakili oleh siapa pun.

Sebagaimana diketahui, sejarah Baitul Asyi itu berawal dari seorang warga Arab Saudi keturunan Aceh di Makkah. Warga tersebut sempat membangun rumah di Tanah Suci. Lantas rumah tersebut diwakafkan. Dokumen wakaf itu masih tersimpan utuh di Mahkamah Syariah Arab Saudi.

Dalam surat itu tertera agar rumah tersebut dapat dimanfaatkan bagi orang Aceh yang sedang menunaikan ibadah haji. Rumah wakaf itu ternyata tidak hanya digunakan untuk jemaah haji asal Aceh saja. Rumah yang diwakafkan warga keturunan Aceh itu, dapat pula digunakan bagi mahasiswa asal Serambi Makkah yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.

Rusli menjelaskan, dalam perjalanannya saat perluasan Masjidil Haram rumah tersebut terkena dampak dan Pemerintah Arab Saudi membayarnya. Kemudian, ganti rugi rumah itu dibangun di tempat lain dan pengelolaannya juga cukup baik, sehingga dari tahun ke tahun berkembang.

“Itu dijadikan sebagai sumber dari pemberian dana Baitu Asyi kepada jemaah haji asal Aceh,” kata Rusli.

Satu JCH Meninggal

Dia mengungkapkan, Abdulah Umar Gamyah bin Umar (68) JCH Aceh dari Langsa meninggal di Mekkah. Jemaah dari Kloter BTJ 01 meninggal dunia pada Sabtu (20/8) pukul 03.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Almarhum yang beralamat di Jalan Malikul Saleh Gang Nurul Gampong Meutia, Langsa, meninggal dunia akibat serangan jantung di pemondokan Mekah. Almarhum langsung dimakamkan di Mekah, yang merupakan makam jemaah haji yang meninggal dunia.

Rusli menambahkan, pemberangkatan Kloter 9 yang rencananya pada 26 Agustus ditunda hingga 5 September. Kloter ini rencananya masuk asrama Minggu (4/9) dan keesokan harinya terbang langsung ke Mekah pukul 15.45 WIB, tidak lagi ke Madinah seperti kloter sebelumnya. “Kloter 9 ini bergabung dengan JCH Lombok dan Ujung Pandang,” kata Rusli.(Analisa)