Pemko Dapat 40 M untuk Bangun Pasar Terpadu dan Pabrik Pengalengan Ikan

Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meresmikan pembangunan pasar terpadu Lampulo Banda Aceh, Selasa (16/08).

Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Banda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Walikota Banda Aceh mengatakan pembangunan pasar terpadu tersebut adalah bagian dari upaya mempercepat pemindahan dari pasar ikan Peunayong, mengingat lokasi pasar Peunayong akan dijadikan sebagai lokasi heritage city dan waterfront city, selain itu kawasan Peunayong juga dinilai sudah sangat macet.

Ia berharap pasar tersebut bisa dibangun dengan kualitas yang baik dan dikelola secara tradiosional dan modern.  Menurutnya pembangunan pasar tersebut berlangsung selama tiga tahap dan untuk tahap pertama Pemko Banda Aceh mendapatkan bantuan sebesar Rp. 10 Milyar, dan selanjutnya akan ditambah sebesar Rp. 30 Milyar.

“Jadi ini tanah kita minta pinjam pakai dari pemerintah Aceh, tentu ini menjadi rahmat bagi kita, mudah-mudahan dalam lima bulan kedepan pasar ini bisa selesai sesuai dengan waktu yang sudah kita tentukan,”ujarnya.

Ia menambahkan pada tahun 2017 mendatang dilokasi tersebut juga akan dibangun pabrik pengalengan ikan dengan dana bantuan dari Pemerintah pusat sebesar Rp. 30 Milyar.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh Rizal Junaidi mengatakan pembangunan tersebut sebagai bagian dari penataan pasar serta pengembangan kota Banda Aceh.

Menurutnya kontrak pembangunan pasar itu berlangsung hingga lima bulan kedepan dengan nilai kontrak sebesar rp. 9,2 Milyar. Ia berharap akhir Desember 2016 pasar itu sudah selesai dibangun, sehingga bisa dimanfaatkan pada awal tahun 2017.