Anak Muallaf Terima Beasiswa Penuh BMA

Sebanyak 46 anak muallaf dari keluarga kurang mampu memperoleh Beasiswa Penuh Tingkat SLTP dan SLTA Baitul Mal Aceh (BMA) 2016. Beasiswa tersebut diberikan sebagai upaya regenerasi  untuk membentengi aqidah dalam keluarga mereka.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA mengatakan ke-46 penerima beasiswa tersebut berasal dari daerah rawan aqidah yang telah dipetakan Dewan Pertimbangan Syariah yaitu Simeulue, Subulusssalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Tamiang.

“Saat ini para santri tersebut sudah mulai masuk ke pesantren-pesantren yang kita rekomendasi dan berkerjasama dengan Baitul Mal Aceh, seperti pesantren Daruzzahidin Aceh Besar, Islamic Solidarity Schoool Jantho, dan tahun lalu juga dengan Darul Ihsan,” kata Armiadi, Selasa (16/08/2016) di Banda Aceh.

Ia menambahkan program ini merupakan program rutin Baitul Mal Aceh. Setiap tahun ada perekrutan penerima baru. Katanyasampai saat ini sudah mencapai ratusan jumlah yang mendapatkan beasiswa tersebut.

Adapun para peserta yang memperolah beasiswa ini kata Armiadi tidak serta merta, akan tetapi melalui proses verifikasi terlebih dahulu mengenai status ekonomi keluarga. Amil Baitul Mal akan memeriksa apakah yang bersangkutan miskin atau tidak.

“Setelah ditanyakan lulus, para penerima akan dijemput dan dimasukkan ke pesantren dengan ditanggung semua fasilitas gratis seperti ditanggung biaya masuk, SPP, uang bulanan, perlengkapan sekolah seperti seragam dan perlengkapan alat tulis,” tambah Armiadi.

Ia menambahkan, tujuan dari bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para keluarga muallaf dalam meringankan beban ekonomi. Selain itu juga bentuk pemberdayaan muallaf di sektor pendidikan yang berasal dari keluarga miskin.

Dengan adanya bantuan ini, mereka yang disekolahkan akan menjadi generasi yang mampu membentengi aqidah saudara-saudara mereka yang baru masuk Islam. Mereka juga nantinya mendapat jaminan masa depan karena sudah berpendidikan.

“Kita berharap mereka menjadi pembela agama dan kader-kader da’i di daerah mereka tinggal setelah dewasa nanti,” ungkap Armiadi.

Tidak hanya di Baitul Mal Aceh saja ada program perberdayaan kepada muallaf, tapi di Baitul Mal kabupaten/kota juga ada program yang serupa, artinya pemerintah sangat perhatian kepada muallaf.

Tak hanya itu, masih ada program-program dalam bidang pendidikan lainnya seperti beasiswa tahfidz dana beasiswa untuk santri dayah se-Aceh yang telah disalurkan beberapa waktu lalu.

“Saat ini kita juga sedang proses pendataan tuk tingkat mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, juga kita ada beasiswa untuk meringankan beban mereka yang miskin. Datanya kita minta dari pihak universitas masing-masing,” tutup Armiadi.