Bulog Jual Gula Pasir Rp 13 Ribu/Kg

Gula/Antara

Harga gula pasir yang sebelumnya sempat mencapai Rp. 20 ribu perkilogram, kini berangsur menurun, namun ditingkat eceran harga gula tergolong masih tinggi yaitu mencapai Rp. 17 ribu perkilogram.

Namun demikian Perum Bulog Divre Aceh mematok Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula sebesar Rp. 13 ribu perkilogram.

Untuk mencapai harga tersebut Perum Bulog Divre Aceh akan terus melakukan operasi pasar. Kegiatan operasi pasar dilaksanakan pada 18 titik Rumah Pangan Kita (RPK) dan tiga pasar yang berpindah-pindah.

Hal demikian disampaikan Kepala Perum Bulog Divre Aceh Achmad Ma’mun melalui Kabid Komersil  Nazalia, Senin (15/08).

Ia menyebutkan operasi pasar dilakukan untuk menjaga saat gejolak harga. Ia merincikan, gula untuk kebutuhan operasi pasar sebelumnya telah didistribusikan sebanyak 120 ton, dan dalam waktu dekat akan didatangkan sebanyak 750 ton lagi, masing-masing dari Jakarta sebanyak 150 ton dan dari Medan sebanyak 600 ton.

”Ini sudah menurun dari 20 ribu perkilogram sudah ada yang jual 16 ribu dan 17 ribu, jadi kita akan tetap jualan terus sampai harga turun menjadi 13 ribu perkilogram, dan stock sendiri mencukupi, dan akan tersedia,”ujarnya.

Nazalia menambahkan, pada 18 titik Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar harga gula dijual tidak boleh lebih dari Rp. 13 ribu perkilogram.

Nazalia mengakui untuk masyarakat yang ingin membuka RPK bisa langsung menghubungi kantor perum bulog divre Aceh.
Menurutnya, pelaksanaan operasi pasar maupun perluasan jaringan RPK juga dimaksudkan untuk menjaga kelancaran distribusi dan menekan lonjakan harga, terutama komoditi gula pasir dan beras.