11 Tahun Damai, Wali Nanggroe Percaya Jokowi Akan Bangun Aceh

Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud menyampaikan perhormatan dan terimakasihnya kepada bekas presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 Soesilo Bambang Yudhoyono dan wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla, beserta seluruh Pimpinan Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa yang telah memberikan dukungan dalam keseluruhan proses perdamaian Aceh.

Hal itu disampaikan Wali Nanggroe saat memberikan sambutannya pada peringatan 11 tahun damai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Senin (15/08).

Malik Mahmud mengatakan, Perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia dapat dijadikan contoh oleh dunia serta dapat di jadikan sebagai model Perdamaian.

Menurutnya, tujuan utama perdamaian adalah untuk menciptakan Aceh Damai dan bebas dari berbagai kekerasan dan konflik, baik konflik sosial maupun konflik politik.

“Kita ketahui untukmengembalikan kejayaan  Aceh sebagai sebuah Negeri yang rakyatnya sejahtera, adil dan makmur dalam kehidupan sosial, ekonomi, demokratis, adil dan berperadaban memerlukan proses politik. Untuk itu saya percaya kita sedang menuju kearah yang telah kita sepakati bersama,”lanjutnya.

Malik menambahkan, 11 tahun perdamaian Aceh, masih banyak hal-hal yang belum sepenuhnya berhasil dicapai,  oleh karena itu ia mengajak seluruh rakyat Aceh untuk bersama-sama membangun Aceh.

Malik mengaku percaya kepada Pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa Pemerintah tetap terus menudukung pembangunan Aceh yang saat ini sedang berjalan.

“Mari kita merajut dan membangun kekuatan dengan persatuan. Bak Duek Bak Doeng Sapu Pakat, Sang Seuneusap Meu Adoe Aa.Inilah folosofi hidup kita sebagai bangsa Aceh  yang harus kita pahami untuk membangun Aceh yang lebih baik,”lanjutnya.