Petani Kakao Aceh Tingkatkan Premi Penjualan Biji Sertifikasi hingga 1,2 Milyar Rupiah

Ribuan petani kakao Aceh yang dilatih dalam Program Produksi Kakao Berkelanjutan (SCPP) menerima  premi kedua hasil penjualan biji kakao sertifikasi hingga 1,2 Milyar Rupiah.

Kenaikan signifikan dari nilai premi pertama 380 Juta Rupiah ini merupakan hasil kerja keras para petani kakao Aceh dalam mendongkrak kualitas dan kuantitas biji kakaonya melalui sertifikasi kebun, manajemen operasional dan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan

SCPP dijalankan oleh Swisscontact di Aceh dengan dukungan dana dari Pemerintah Swiss serta kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah 5 Kabupaten yakni Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Aceh Barat Daya. Hingga Juni 2015, total 17.547 petani kakao di Aceh telah menerima pelatihan peningkatan kapasitas, dan 2.724 petani secara sukarela telah tersertifikasi UTZ.

Bagi petani kakao Aceh, strategi ini terbukti efektif. Sejak Januari hingga Juli 2016, petani telah menjual 576 metrik ton biji kakao sertifikasi dan berhak atas premi senilai 1,2 Milyar Rupiah. PT. JeBe KOKO mengucurkan premi melalui koperasi-koperasi petani sebagai unit manajemen pemegang hak sertifikasi UTZ. Selanjutnya koperasi mendistribusikan premi bagi 2.045 petani yang tersebar di lima kabupaten. Kolaborasi ini membawa manfaat dan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat termasuk industri, koperasi dan khususnya petani kakao kecil. Untuk tahun 2016 saja, total nilai premi petani kakao Indonesia yang didukung oleh SCPP telah mencapai 8 Milyar Rupiah

“Nilai premium yang diterima oleh petani Aceh hari ini menunjukkan bahwa praktek pertanian yang berkelanjutan dapat berkontribusi terhadap penghidupan petani. Selain itu, menjadi pemegang hak sertifikat adalah salah satu model bisnis yang paling menjanjikan bagi koperasi. Karena adanya jaminan pemasukan yang memadai dan berkelanjutan bagi koperasi, yang akhirnya akan menguntungkan anggota koperasi juga melalui fasilitas pelatihan, akses bahan tanam dan keuangan, serta menguatkan posisi kemandirian para petani. Saya sangat senang karena Swisscontact turut berperan serta dalam meraih kesuksesan ini,” ucap Manfred Borer, Country Director Swisscontact Indonesia.