Gubernur Aceh Luncurkan 27 Buku Puisi di Pembukaan Temu Penyair 8 Negara

Gubernur Aceh Zaini Abdullah resmi membuka kegiatan temu penyair dari delapan negara di Banda Aceh. Pada malam pembukaan, Zaini juga meluncurkan 27 judul buku puisi karangan seniman Indonesia dan luar negeri.

Malam pembukaan kegiatan temu penyair dilakukan di Anjong Mon Mata, kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (15/7/2016) sekitar pukul 22.10 WIB. Para penyair dari delapan negara terlihat duduk di bangku dereten paling depan. Pembukaan diawali dengan penampilan Moritza Thaher (musisi Aceh) dan D. Keumalawati (penulis puisi).

Gubenur Aceh mengatakan, kegiatan temu penyair ini digelar sebagai
pembuka jalan untuk berbagi dan mengapresiasikan ungkapan manusia dari keberagaman budaya, keberagaman bangsa, etnis, serta ideologi. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjalin persaudaraan dan kebersamaan serta lebih mengenal kebudayaan suatu bangsa.

“Sehingga dari kebersamaan ini mencuat spirit bangsa dalam karya syair guna memberi inspirasi bagi kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Zaini dalam sambutannya.

Menurut Zaini, seni sangat penting dalam kehidupan sehari-sehari sehingga Pemerintah Aceh memandang perlu mendorong agar karya-karya seni terus tumbuh dan berkembang untuk mendorong kehidupan masyarakat lebih berwarna. Kegiatan ini digelar juga untuk mendorong tumbuhnya semangat melahirkan karya seni yang baik.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh mengundang penyair-penyair dari negeri sahabat seperti Republik Iran, Korea Selatan, Mexico, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan tuan rumah Indonesia. Selama di Banda Aceh mereka akan mengikuti berbagai kegiatan di antaranya seminar internasional, peluncuran buku, bedah buku, apresiasi dan ekspresi karya, citytour serta ziarah budaya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Saya sendiri sangat yakin, di tengah suasana Aceh yang damai ini, karya-karya seni seharusnya dapat berkembang lebih pesat,” ungkap Zaini.

“Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar, dan para penyair yang hadir dapat menyuarakan suasana Aceh yang damai, sehingga dunia tahu betapa indah dan semaraknya kehidupan di negeri kami saat ini,” pesan gubenur Aceh diakhir sambutannya.

Saat pembukaan, gubernur Aceh juga meluncurkan 27 buku antologi puisi. Ke-27 buku itu adalah dari Malaysia antologi puisi Prof Siti Zainon Ismail, dua judul buku (Puisi Putih Sang Kekasih dan Surat dari Awan) serta Rosmiaty Shaari (Daun Nan Bercinta). Dari Singapura, antologi puisi Anie Din (Bahtera Besar Siapa Punya) dan Korea Selatan, buku Prof Yang Seung Yoon (Spirit Budaya Korea).

Sementara dari Indonesia buku yang diluncurkan yaitu antologi puisi Maman S Mahayana (Jejak Seol), Mahwi Air Tawar (Taneyan), Ahmadun Yosi Herfanda (Dari Negeri Daun Gugur), Isbedy Stiawan ZS (Melipat Petang ke dalam Kain Ibu), Fakhrunnas Jabar (Air Mata Musim Gugur), Ramayani Riance (Behrouz dan Pertunjukan Hujan).

Selain itu, Dino Umahuk (Laut Maluku Lekuk Tubuhku), Arsyad Indradi (Puisi 1500 Haiku), Ibnu Mahyudi, dua buku (Dari Negeri Ironi dan Setengah Perjalanan), Ika Mustika (Mustika 40 Puisi), Kunni Masrohanti (Perempuan Ibu), Sastri Bakri (Kebenaran Tanpa Rasa Takut), dan Rudi Fofid Dkk (Mata Ombak).

Sementara buku penyair Aceh masing-masing antologi puisi D Kemalawati (Bayang Ibu), LK Ara (Kau Pergi), Fikar W Eda (Sepiring Mie Aceh, Secangkir Kopi Gayo, Bertalam Giok Nagan), Rosni Idham (Nyanyian Sukma), Salman S Yoga (White Orchids Gayo Soil), Larasati Sahara (Hujan di Atas Kertas), Mahdi Idris (Kidung Setangkai Sunyi), dan Teuku Ahmad Dadek Dkk (Jejak Jati Diri).

Usai pembukaan, para penyair ini membaca puisi di hadapan pengunjung. Puisi pertama dibaca oleh Atzimba Luna Becerril (Mexico), dilanjutkan Mr. Amir Rahimi (Iran), Prof. Yang Seung Yoon (Korea Selatan), Nik Abdul Rakib (Thailand), Raja Ahmad Aminullah (Malaysia), Anie Dien (Singapura), Zefri Ariff (Brunei Darussalam), Rida L Kaliansi (Indonesia), dan Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal (Aceh).
Gugur), Isbedy Stiawan ZS (Melipat Petang ke dalam Kain Ibu), Fakhrunnas Jabar (Air Mata Musim Gugur), Ramayani Riance (Behrouz dan Pertunjukan Hujan).

Detik