Migas Habis, Pemerintah Aceh Fokus Pertanian Dan Perikanan

Pertumbuhan ekonomi Aceh tanpa Migas menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

Pada triwulan ke-II tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Aceh (year on year) mencapai 4,34 persen atau lebih baik dari periode yang sama tahun 2014 yang berkisar 4,25 persen.

Namun jika dihitung dengan Migas, pertumbuhan Aceh akan lebih rendah, yaitu 1,72  persen, turun dari tahun 2014 yang mencapai 2,62 persen.

Salah satu penyebabnya dikarenakan berhentinya operasi kilang gas cair PT. Arun LNG, yang berdampak signifikan kepada nilai ekspor migas Aceh yang dulu menjadi salah satu penopang kuat ekonomi.

Hal demikian diungkapkan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutannya yang dibacakan Assiten II pemerintah Aceh Azhari Hasan pada upacara serahterima kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Selasa (20/10).

Menyadari kondisi itu, Pemerintah Aceh, diakui Zaini akan menekankan untuk meningkatkan produktivitas di sektor non migas, khususnya pertanian, perikanan, sektor jasa dan  pertambangan.

“Khusus untuk pertanian, Aceh memiliki lahan garapan yang luas untuk dikembangkan, mencapai 781.663 hektar. Itu sebabnya berbagai inovasi dan kreasi di sektor pertanian akan kita kembangkan, sehingga cita-cita menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional tahun 2017 dapat tercapai,”ujarnya.

Sementara itu serahterima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Aceh dipimpin oleh Deputi Gubernur BI Ronald Waas. Kepala kantor Perwakilan Aceh Zulfan Nukman dipindahkan menjadi Kepala Devisi Kantor Perwakilan Provinsi Bali. Sementara Jabatan kepala Kantor Perwakilan Aceh akan dijabat oleh Ahmad Farid yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala kantor perwakilan lhokseumawe.

Ronald mengingatkan pejabat yang baru dilantik terkait dengan tantangan yang dihadapi dan membutuhkan solusi. Apalagi menurutnya kondisi perekonomian Aceh mengalami perlambatan pada tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2013.

Ia meminta agar adanya komunikasi yang baik antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Aceh dengan Pemerintah Aceh agar kedepan perekonomian Aceh yang semakin membaik.

Sementara itu serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh turut dihadiri sejumlah bupati dan walikota dari seluruh Aceh. ADV

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads